<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Good Info &#187; Family</title>
	<atom:link href="http://goodinfo.tk/tag/family/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://goodinfo.tk</link>
	<description>News Yang Beneran New</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Nov 2011 05:54:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mempersiapkan Masa Pensiun</title>
		<link>http://goodinfo.tk/mempersiapkan-masa-pensiun/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/mempersiapkan-masa-pensiun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 05:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>raden</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Kesejahteraan di hari tua pasti menjadi impian setiap orang. Karenanya mempersiapkan masa depan di hari tua harus kita lakukan sedini mungkin. Namun sesukses apapun kita di masa muda apabila tidak diimbangi dengan manajemen yang baik maka masa tua hanya akan menjadi mimpi buruk bagi setiap orang. Ada banyak cara untuk mempersiapkan masa tua kita diantaranya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://goodinfo.tk/wp-content/uploads/2011/11/pensiun.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-359" title="pensiun" src="http://goodinfo.tk/wp-content/uploads/2011/11/pensiun-300x214.jpg" alt="" width="232" height="167" /></a>Kesejahteraan di hari tua pasti menjadi impian setiap orang. Karenanya mempersiapkan masa depan di hari tua harus kita lakukan sedini mungkin. Namun sesukses apapun kita di masa muda apabila tidak diimbangi dengan manajemen yang baik maka masa tua hanya akan menjadi mimpi buruk bagi setiap orang. Ada banyak cara untuk mempersiapkan masa tua kita diantaranya adalah dengan :</p>
<p style="text-align: justify;">- Ikut serta dalam asuransi, dalam memilih asuransu hendaknya kita harus bijak dan teliti dalam menentukan agar kelak tidak menyesal.</p>
<p style="text-align: justify;">-Memiliki usaha sendiri yang dirintis mulai sekarang sehingga saat tua kita akan memiliki kegiatan dan penghasilan.<span id="more-357"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Namun bagi beberapa orang yang saat ini menjelang atau sudah menjalani masa pensiun seringkali mengalami kejenuhan dalam menjalani masa pensiun tersebut. Solusi untuk mengatasi kejenuhan tersebut adalah dengan menekuni usaha yang btentunya tidak begitu menguras fisik. Bagaimana dengan modal ? Bagi pensiunan yang telah cukup memiliki tabungan tentunya ini bukan menjadi masalah berarti namun bagi pensiunan yang hanya mengandalkan gaji pensiun bulanan ini menjadi renungan tersendiri. Namun saat ini sudah banyak sekali bank  dan koperasi yang melayani <a title="Kopenas Bukopin" href="http://kopenas.tk" target="_blank">pinjaman atau kredit pensiu</a>n dengan bunga yang sangat ringan salah satunya adalah <a title="Kopenas Bukopin" href="http://kopenas.tk" target="_blank">Kopenas Bank Bukopin</a> yang memiliki produk pinjaman modal bagi pensiunan dengan bunga ringan dan tentunya kredit dijamin asuransi. Sehingga impian pensiunan untuk memiliki usaha sebagai pengisi kesibukan sehari-hari dapat terwujud.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/mempersiapkan-masa-pensiun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Kehangatan Keluarga</title>
		<link>http://goodinfo.tk/membangun-kehangatan-keluarga/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/membangun-kehangatan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 15:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kebanyakan orangtua merasa malu untuk memperlihatkan kemesraan di depan putra putrinya. Padahal dengan cara yang tepat dan tak berlebihan, kemesraan orangtua justru akan membuat buah hati merasa berada di dalam keluarga yang hangat. Ada banyak alasan mengapa perlunya memperlihatkan kemesraan antara suami dan istri akan sangat memiliki banyak manfaat. Perlu diketahui bahwa rumah merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="family" src="http://i759.photobucket.com/albums/xx236/rwarih/Website/3884677090-perlihatkan-kemesraan-di-depan-buah-hatijpgx213y159sigudtEIwDnPESWl8.jpg" alt="" width="212" height="159" />Seringkali kebanyakan orangtua merasa malu untuk memperlihatkan kemesraan di depan putra putrinya. Padahal dengan cara yang tepat dan tak berlebihan, kemesraan orangtua justru akan membuat buah hati merasa berada di dalam keluarga yang hangat.  Ada banyak alasan mengapa perlunya memperlihatkan kemesraan antara suami dan istri akan sangat memiliki banyak manfaat. Perlu diketahui bahwa rumah merupakan tempat terbaik untuk anak-anak belajar apa itu cinta dan bagaimana hubungan antar pribadi yang positif.  Kemesraan yang dimaksud tentu bukan sesuatu yang mengundang birahi. Namun, lebih mengajarkan kehangatan dan saling menghormati sebagai suami dan istri.  <span id="more-314"></span>Menurut Amy McCready, pendiri Positive Parenting Solutions hal itu akan menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak saat mereka dewasa dan mulai menjalin hubungan serius. Anda dapat mencoba tiga cara memperlihatkan kemesraan yang dianjurkan Amy, seperti dilansir dari MSNBC.</p>
<p style="text-align: justify;">1. <strong>Berpegangan tangan</strong>.  Biarkan anak-anak melihat hal ini sebagai tanda kasih sayang yang sederhana. Bisa dilakukan saat berjalan di suatu tempat atau ketika menonton televisi di rumah. Ketika anak-anak melihat bahwa ayah dan ibunya peduli satu sama lain, akan menenteramkan perasaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">2. <strong>Peluk dan cium dengan spontan</strong>.  Berikan kejutan pada pasangan berupa cium pipi dan pelukan hangat yang spontan. Pastikan tidak terlalu intim. Cara ini membuat anak-anak melihat kehangatan keluarganya dan mengajarkan mereka untuk tidak segan mengungkapkan kasih sayang.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Katakan &#8220;<strong>I Love yo</strong>u&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/membangun-kehangatan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supaya Anak Tidak Takut Dokter</title>
		<link>http://goodinfo.tk/supaya-anak-tidak-takut-dokter/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/supaya-anak-tidak-takut-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 06:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tumbuh kembang anak pasti ada saat dimana anak mengalami penurunan kesehatan atau sakit. Ini merupakan saat dimana perhatian orang tua diperlukan oleh anak.  Di saat inilah sebagian besar orang tua meresponnya dengan membawa buah hatinya ke dokter. Namun seringkali seorang anak  tidak semudah seperti orang dewasa apabila di ajak ke dokter untuk berobat atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="dokter" src="http://i759.photobucket.com/albums/xx236/rwarih/Website/doctor.jpg" alt="" width="157" height="157" />Dalam tumbuh kembang anak pasti ada saat dimana anak mengalami penurunan kesehatan atau sakit. Ini merupakan saat dimana perhatian orang tua diperlukan oleh anak.  Di saat inilah sebagian besar orang tua  meresponnya dengan membawa buah hatinya ke dokter.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun seringkali seorang anak  tidak semudah seperti orang dewasa apabila di  ajak ke dokter untuk berobat atau sekedar memeriksaakan kondisi  kesehatannya. Hal ini dikarenakan si buah hati merasa takut berobat atau  bertemu dengan dokter.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Hal ini terjadi?<span id="more-310"></span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya ini sangat wajar karena rasa takut ini merupaka respon alamiah  terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya buat dirinya. Pada kasus  ketakutan pada anak biasanya pada hal-hal tertentu, misalnya takut  diajak<a title="tanya dokter" href="http://konsultasikesehatan.net/" target="_blank"> </a>berobat ke dokter.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari mana si buah hati  tersebut  mengenal rasa takut? Tentunya dari  sumber media  yang ditangkap panca indranya . Misalnya dari tayangan   televisi,  mendengar dari radio, melihat anak lain yang takut dan juga  ‘ancaman ‘ yang dibuat oleh orang tuanya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Maksud dari orang tua memberikan pelajaran sehingga mengikuti kemauan  mereka dengan jalan pintas. Misalnya, pada saat menangis si buah hati   ditakuti  dengan,<em>” awas nanti kalau terus menangis akan disuntik Dokter!</em>” Atau, “<em>Kalau tidak makan nanti dipasang infus oleh suster lho!</em>”  Dan sebagainya. Pada saat tersebut mungkin si buah hati akan menuruti  kemauan orang tuanya, tetapi sisi lain alam  bawah sadarnya sudah  terbentuk rasa ketakutan sesuai dengan apa yang diancamkan kepadanya.  Akibatnya, pada saat kejadian sesungguhnya, si buah hati menjadi  benar-benar takut terhadap dokter dan hal yang berhubungan dengannya. Si  buah hati mengalami trauma dengan apa yang di alaminya.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Bagaiman cara mengatasinya?</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan kejiwaan anak merupakan salah satu solusi mengatasinya. Si  buah hati yang terlanjur sudah trauma membutuhkan kondisi kejiwaan yang  stabil. Berikut ini tips yang bias dilakukan:<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ajak si buah hati berkomunikasi dan bermain peran. </strong>Si  buah hati bisa diajak bermain dokter-dokteran , di mana ia berperan   menjadi dokter. Di saat si buah hati memerankan dokter tersebut, yang  dianggap sosok menakutkan, ajaklah komunikasi dan yakinkan bahwa si buah  hati yang menjadi ‘dokter’ bukan tokoh yang menakutkan</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Belikan mainan yang berhubungan dengan peran dokter.</strong>Seperti stetoskop, baju dokter, dan lain- lain. Dengan menggabungkan  langkah no 1, tentunya si buah hati akan  lebih ‘familiar’ dengan dunia  kesehatan. Pada akhirnya si buah hati menjadi tidak takut pada dokter.</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Belikan buku seri anak  bercerita / mendongeng</strong> yang di dalamnya ada cerita tentang tokoh yang berani berobat ke dokter atau diperiksa oleh dokter.</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Buat si buah hati merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke dokter</strong>. Misalnya ia diperkenankan membawa mainan kesukannya, memakai baju  kesukaannya, atau sehabis berobat diajak ke tempat bermain/ makan   kesukaannya.</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak salah juga apabila si buah hati diajak menemani kakak/saudara lainnya berobat</strong> sehingga ia biasa melihat dan mendapatkan informsi  bagaimana menjaga  kesehatan. Misalnya saat pergi ke dokter gigi, maka si buah hati  mendapat pelajaran bagaimana cara menjaga giginya  dan menjauhi permen  atau menghindari makanan dan minuman yang akan membuatnya sakit.</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/supaya-anak-tidak-takut-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gangguan Yang Meningkatkan Daya Ingat</title>
		<link>http://goodinfo.tk/gangguan-yang-meningkatkan-daya-ingat/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/gangguan-yang-meningkatkan-daya-ingat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 06:06:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Saat sedang menonton televisi munculnya white noise atau bintik-bintik pecahan cahaya putih dan suara bising di layar kaca tentu sangat mengganggu kenyamanan. Namun, sebuah studi mengungkap, ternyata gangguan itu justru dapat meningkatkan daya ingat anak. Penelitian yang melibatkan 51 anak usia sekolah. Seluruh anak ditantang untuk mengingat sebanyak mungkin objek yang diberikan. Anak yang menstimulasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="brain" src="http://www.brainsource.com/_derived/brain%20injury.htm_txt_brainm.gif" alt="" width="132" height="111" />Saat sedang menonton  televisi munculnya white noise atau bintik-bintik pecahan cahaya putih dan  suara bising di layar kaca tentu sangat mengganggu kenyamanan. Namun, sebuah studi mengungkap, ternyata gangguan itu justru dapat  meningkatkan daya ingat anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian yang melibatkan 51 anak usia sekolah. Seluruh anak ditantang  untuk mengingat sebanyak mungkin objek yang diberikan. Anak yang  menstimulasi daya tangkapnya dengan white noise ternyata menghapal lebih  banyak objek dibandingkan yang tidak.<span id="more-302"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian itu menarik kesimpulan bahwa walau berpotensi menghambat  konsentarasi belajar, white noise dapat meningkatkan memori anak yang  susah menangkap pelajaran sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Terdapat peningkatan prestasi yang sangat signifikan dari anak-anak  yang dinilai kurang konsentrasi oleh guru dan terdapat penurunan  prestasi pada mereka yang dinilai sangat memperhatikan penjelasan guru,&#8221;  ujar Goran Soderlund dari Univeritas Stockholm.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian tersebut sangat diharapkan dapat membantu sejumlah  sekolah untuk meningkatkan nilai rata-rata anak didiknya, terutama yang  memiliki masalah dengan daya tangkap.</p>
<p style="text-align: justify;">Peneliti menyebut percobaannya sebagai &#8216;stochastic resonance&#8217;, yang  bekerja ketika white noise ditambahkan ke sinyal lemah pada ambang batas  pendengaran. &#8220;Penelitian kami ditujukan untuk mengetahui hubungan  antara kebisingan dan stochastic resonance dengan daya tangkap anak,&#8221;  ujar Soderlund.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/gangguan-yang-meningkatkan-daya-ingat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Supaya Anak Menghargai Sesama</title>
		<link>http://goodinfo.tk/5-tips-supaya-anak-menghargai-sesama/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/5-tips-supaya-anak-menghargai-sesama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 10:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orangtua yang mengeluhkan keadaan anaknya yang seringkali rasis atau suka memilih-milih teman di dalam pergaulan. Awalnya mungkin  hal tersebut sepertinya sepele, tetapi jika hal tersebut dibiarkan, biasanya pasti akan memberikan efek yang negatif bagi perkembangan anak itu sendiri. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak Anda menjadi pribadi yang mau untuk menghargai sesamanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="kids" src="http://www.hambleton.info/Kids.jpg" alt="" width="185" height="148" />Banyak orangtua yang mengeluhkan keadaan anaknya yang seringkali rasis atau suka memilih-milih teman di dalam pergaulan. Awalnya mungkin  hal tersebut sepertinya sepele, tetapi jika hal tersebut dibiarkan, biasanya pasti akan memberikan efek yang negatif bagi perkembangan anak itu sendiri. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak Anda menjadi pribadi yang mau untuk menghargai sesamanya.<span id="more-289"></span></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ajarkan Anak Anda untuk tahu bahwa semua orang diciptakan Tuhan untuk saling menghargai satu sama lain</strong>. Menghargai satu sama lain memang terdengar seperti hal yang sulit untuk dilaksanakan dalam mendidik anak Anda. Mungkin Anda berpikir bahwa penyebab utamanya adalah kepribadian anak Anda sendiri, tetapi terkadang secara tidak langsung, Anda memberikan pengaruh yang negatif kepada pemikirannya, seperti misalnya jika Anda bersikap rasis terhadap orang lain, anak Anda akan mengikuti pola yang Anda pikirkan karena Anda adalah panutan bagi anak Anda untuk berperilaku sehari-hari. Misalnya saja Anda suka berbicara “Dasar orang….,memang orang suku itu tidak ada yang benar, masa kelakuannya begini, begitu, dan lain-lain”. Nah, jika Anda membicarakan hal tersebut di depan anak Anda, maka anak Anda akan hidup dengan pemikiran seperti itu. Contohnya saja jika Anda banyak membicarakan hal yang bersifat rasis kepada orang lain, maka jika anak Anda mendengar itu terus-menerus, maka ia juga akan berkembang menjadi pribadi yang rasis terhadap orang lain. Karena itu, ajarkanlah anak Anda agar ia mau untuk menjadi pribadi yang tahu untuk menghargai satu sama lain. Terlebih dari semua itu, tegaskan dan tanamkan kepada anak Anda bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan untuk saling menghargai satu sama lainnya. Jadi, ajarkan anak Anda untuk tahu menghargai sesama manusia karena itu adalah bekal dari kepribadiannya nanti. Jika Anda tidak pernah mengajarinya dari kecil, anak Anda bisa tumbuh menjadi pribadi yang egois, tidak menghargai sesamanya, dan tidak perduli dengan orang lain.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Berikan pengertian kepada anak Anda bahwa hidup itu bukan hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga orang lain. </strong>Hidup memang tidak boleh egois. Dalam masyarakat, kita harus membiasakan diri untuk hidup saling berbagi satu dengan lainnya. Kita tidak akan pernah untuk bisa hidup sendiri-sendiri atau mencukupi segala kebutuhan kita tanpa orang lain. Karena itulah sangat dibutuhkan pengertian kepada anak Anda supaya ia jangan menjadi pribadi yang egois di tengah masyarakat. Pengajaran atau pengertian yang diberikan kepada anak Anda sederhana saja, yaitu ajarkan ia untuk tahu untuk membagi kepada yang lainnya jika ia mempunyai kelebihan dari makanan kecil atau apapun yang bisa dibagikan kepada orang lain. Selain itu, Anda juga bisa mengajarinya dengan cara yang tegas, sehingga ia mengerti dengan jelas batasan-batasan mengenai hal yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan di dalam menjalani hidup.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ajarkan anak Anda untuk bersikap sopan santun kepada orang lain. </strong>Kesopanan merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Ketika seseorang mengajarkan anak-anaknya untuk tahu tata krama dan sopan santun, maka anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang sopan dan tidak membeda-bedakan antara satu orang dengan yang lainnya. Biasakan untuk anak Anda mengucapkan “Selamat pagi Pa, Ma” atau biasakan dirinya untuk bersikap hormat kepada semua pihak yang lebih tua, agar ia terbiasa untuk bersikap sopan santun kepada yang lainnya. Anak yang kurang dididik dan tidak tahu sopan santun biasanya sering bersikap angkuh, jutek, tidak memandang bersahabat dengan orang lain, dan bahkan kemungkinan terburuknya adalah anak tersebut bisa bersikap munafik. Biasanya anak yang bersifat munafik adalah anak yang hanya bersikap baik terhadap orang yang disegani atau yang dianggap baik dan mendatangkan keuntungan bagi dirinya.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ajarkan anak Anda untuk tahu bahwa hidup itu harus tahu untuk berterima kasih dan meminta maaf. </strong>Berterima kasih dan meminta maaf merupakan hal yang dasar yang harus dimiliki.Ajarkan anak Anda untuk tahu untuk mengucapkan terima kasih ketika ia menerima segala sesuatu dari orang lain dan ajarkan ia untuk meminta maaf ketika ia melakukan kesalahan. Jangan sekali-sekali untuk memaklumi perbuatannya yang salah dan menganggap “yah, begitulah memang anak-anak”. Tetapi, tegaskanlah kepada anak Anda jika ia melakukan kesalahan ia harus segera mengucapkan pernyataan maaf dan berjanji untuk menjadi anak baik dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Tegaskan kepada anak Anda agar hidup apa adanya dan tidak pura-pura.</strong> Sifat munafik dan berpura-pura seringkali timbul karena anak tersebut memiliki sifat yang suka membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Biasanya, anak yang bersikap munafik dan pura-pura sering bersikap baik dan ramah di depan orang yang ia segani atau yang bersangkutan dengan kepentingan pribadinya saja, tetapi dibelakang itu ia seringkali bersikap tidak baik kepada orang lain yang tidak disegani atau dianggap tidak memberikan keuntungan bagi dirinya. Kepribadian seperti itu, jika dibiarkan akan berkembang terus-menerus dan membuatnya menjadi anak yang bersikap sombong, suka membeda-bedakan teman dan bersikap tidak terpuji kepada orang lain.<br />
Karena itu, ajarkan anak Anda untuk bersikap apa adanya dan tidak munafik. Ajarkan ia untuk tidak bersikap baik hanya di depan orang yang ia hormati atau yang menyangkut kepentingan pribadinya saja, tetapi ia harus juga bersikap baik dan terpuji di hadapan semua orang tanpa membeda-bedakan siapapun orang tersebut. Biasakan juga agar ia tidak mempunyai “daftar orang terfavorit” yang dapat membuatnya membeda-bedakan orang berdasarkan kepentingan dirinya, tetapi tegaskan kepadanya agar ia bersikap hormat dan sopan santun kepada semua orang yang ada di sekitarnya.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/5-tips-supaya-anak-menghargai-sesama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>12 Cara Menangani Emosi Anak</title>
		<link>http://goodinfo.tk/12-cara-menangani-emosi-anak/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/12-cara-menangani-emosi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 16:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Mendidik anak merupakan pengalaman yang tak terlupakan bahkan akan terus berlanjut. Perlu ketelitian dan ketekunan untuk menghadapi emosi anak yang terkadang membuat orang tua kewalahan. Karena tingkat emosi anak mudah berubah dan sulit ditebak, salah-salah malah bisa melukai persaannya. Berikut beberapa tips-tips dan cara untuk menangani emosi anak :  1. Cara penanganan anak yang nyaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="anak" src="http://rdsfmsolo.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/hikmah-kekerasan.jpg" alt="" width="260" height="162" />Mendidik anak merupakan pengalaman yang tak terlupakan bahkan akan terus berlanjut. Perlu ketelitian dan ketekunan untuk menghadapi emosi anak yang terkadang membuat orang tua kewalahan. Karena tingkat emosi anak mudah berubah dan sulit ditebak, salah-salah malah bisa melukai persaannya. Berikut beberapa tips-tips dan cara untuk menangani emosi anak : <span id="more-283"></span></p>
<p style="text-align: justify;">1. Cara penanganan anak yang nyaman kepada anak adalah mengkombinasikan ketegasan dan kelembutan kepada anak.</p>
<p style="text-align: justify;">a. Tanyakan langsung apa yang harus dilakukan ketika terjadi masalah.<br />
b. Setelah anak melakukan konsekuensi dari perilakunya dan sudah tenang, persilakan anak untuk mengambil kesimpulan.<br />
c. Berikan ciuman dan pelukan sebagai tanda bahwa masalah sudah selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Sikap malu-malu pada anak terbentuk oleh situasi campuran antara ketidaksengajaan (accident) dan pengkondisian (conditioning).</p>
<p style="text-align: justify;">3. Sebaiknya kita tidak mengajarkan anak untuk melakukan sesuatu karena ingin menyenangkan orang lain. Latih anak untuk melakukan sesuatu karena memang ia senang melakukannya bukan karena ingin menyenangkan orang lain. Motivasi yang dibangun adalalah motivasi dari dalam diri (internal) bukan eksternal (karena orang lain atau ada orang lain).</p>
<p style="text-align: justify;">4. Dengarkan anak jika sedang bercerita tanpa memotong pembicaraan, bila sudah berhenti, gali lebih dalam ceritanya.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Saat anak sedang mengalami emosi negatif yang bekerja adalah otak reptilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Anak perlu dilatih untuk lebih sibuk memperhatikan kemampuannya bukan pada status atau hal lain sehingga ia tidak terbelenggu dengan hal yang sifatnya fisik atau status. Manusia dinilai berdasarkan keimanannya dan apa yang dilakukannya bukan karena yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Mengobrol saat makan merupakan sarana efektif sebagai ajang komunikasi, serta alat pemecah belenggu yang cukup efisien.</p>
<p style="text-align: justify;">8. Dengan olahraga anak akan bergerak, dengan bergerak anak akan aktif berpikir, dengan aktif berpikir pasti tidak ada lagi anak yang pendiam, maka di seluruh aktivitas otaknya akan selalu bekerja dan hidupnya akan lebih bersemangat.</p>
<p style="text-align: justify;">9. Mendongeng dijadikan pelajaran untuk anak berekspresi, memahami karakter, serta mampu memaknai sebuah cerita. Ke depannya anak akan mampu menentukan jalan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">10. Dengan bermain, anak mempelajari lingkungannya, mendapatkan kesenangan dan penyaluran energi yang berlebih.</p>
<p style="text-align: justify;">11. Anak yang marah sedang berpikir dengan menggunakan otak reptil (yang hanya dapat berpikir dua hal saja,lari/kabur atau melawan). Sedangkan orang tua yang marah-marah pada anaknya juga sedang menggunakan otak reptil. Masalah tidak akan selesai kecuali salah satu yang lebih dewasa menggunakan otak besar (otak yang digunakan untuk berpikir kreatif, kritis, lateral atau menggunakan lebih dari satu sudut pandang).</p>
<p style="text-align: justify;">12. Kecupan dan pelukan adalah perlakuan sederhana kepada anak sebagai rasa cinta dan kasih sayang, juga hadiah termurah yang diberikan tapi sangat tinggi nilainya di mata mereka. Begitulah, karena tak sedikit orang dewasa enggan melakukannya lantaran segan dan malu dilihat orang lain alias gengsi gede-gedean.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/12-cara-menangani-emosi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Karir Dan Pasangan Hidup</title>
		<link>http://goodinfo.tk/antara-karir-dan-pasangan-hidup/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/antara-karir-dan-pasangan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 10:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Hal ini sebenarnya merupakan permasalahan yang klasik. Pada saat sedang meniti karier, pasangan adalah orang pertama yang memberi dukungan. Namun saat karier tengah menanjak, bisa jadi pasangan menjadi orang pertama yang dilupakan. Saat dihadapkan pada pilihan, “mana yang akan Anda dahulukan, pasangan atau karier?”, maka ini bisa jadi menjadi sebuah dilema bagi banyak orang. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hal ini sebenarnya merupakan permasalahan yang klasik. Pada saat sedang meniti karier, pasangan adalah orang pertama yang memberi dukungan. Namun saat karier tengah menanjak, bisa jadi pasangan menjadi orang pertama yang dilupakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat dihadapkan pada pilihan, “mana yang akan Anda dahulukan, pasangan atau karier?”, maka ini bisa jadi menjadi sebuah dilema bagi banyak orang. Di satu sisi, pasangan adalah seseorang yang bisa memberi dukungan, semangat, dan tempat berkeluhkesah saat Anda mengalami masalah di tempat kerja atau di dalam kehidupan ini. Namun jika Anda tak sungguh-sungguh bekerja dengan baik, tidak memberikan kemampuan terbaik Anda kepada perusahaan, bisa jadi karier Anda akan mandek di jalan atau bahkan dipecat.<span id="more-188"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Karena itulah, banyak orang yang merasa harus mengorbankan salah satu dari dua pilihan tersebut. Jika ini yang terjadi, salah satu jalan yang bisa ditempuh ialah dengan melihat prioritas dalam kehidupan. Jika Anda melihat bahwa menemukan cinta dan menghabiskan hidup bersama orang yang dicintai adalah hal terpenting dalam hidup, maka mau tak mau Anda harus merelakan pekerjaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Setiap pekerjaan pasti akan tergantikan, tapi hubungan yang spesial sulit dicari penggantinya,” ujar Kim Leatherdale, seorang <em>relationship therapist</em>, seperti dikutip dari <em>careerbuilder.com.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Saling dukung </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Meski begitu, ada pula jalan yang membuat pekerjaan dan kehidupan pribadi saling mendukung dan menguatkan. Sebagai contoh, ada pekerja yang menjadi lebih giat bekerja dengan cepat agar memiliki waktu yang lebih banyak untuk hubungan pribadinya. Selain itu, hubungan yang baik biasanya akan membuat masing- masing dari mereka memberi dukungan satu sama lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hubungan yang <em>supportive</em>, merasa dicintai, dan diberikan dukungan penuh, akan membuat seseorang tumbuh dengan baik. Karier yang bagus memang bisa memberikan kebahagiaan, namun jika tidak diiringi kehidupan atau hubungan pribadi yang baik akan membuat hidup terasa ada yang hilang,” ujar konsultan Cathy Wilke.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mencari keseimbangan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kunci dari semua dilema antara memilih karier atau hubungan percintaan sebenarnya bukan pada memberikan pilihan, mela-inkan dengan mencari cara bagaimana menyeimbangkan keduanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Banyak orang yang masih bingung bagaimana mengartikan hidup yang dinamis. Ada yang menghabiskan banyak hal hanya untuk satu hal saja dan sulit untuk berpindah ke hal yang lain,” ujar Leatherdale.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itulah, Leatherdale menyarankan agar setiap orang benar-benar melakukan komunikasi dan pemanfaatan waktu dengan baik. Jika Anda sedang mengerjakan proyek besar, katakanlah kepada pasangan Anda dan pasang target sampai kapankah Anda akan sibuk dengan proyek tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Meski begitu, saat sedang mengerjakan proyek tersebut jangan lupa untuk mencuri waktu sejenak untuk menjaga hubungan tetap hangat. Misalnya dengan memberikan pesan manis sebelum berangkat kerja atau menelepon saat Anda punya waktu luang di saat bekerja. Berikut lima tip lainnya yang bisa dipraktikkan agar karier dan hubungan cinta Anda dapat berjalan beriringan dengan mulus dan membahagiakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Perlakukan pasangan dengan baik</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lakukan komunikasi dengannya. Ceritakan kepadanya tentang pekerjaan Anda dan proyek apa yang sedang Anda kerjakan. “Jika Anda benar-benar sayang kepadanya, maka Anda tak akan pernah menyia-siakannya,” ujar Leatherdale.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berbincang dengan santai</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pilih satu hari dalam seminggu dan buat kegiatan minum kopi atau teh bersama di pagi hari sebelum berangkat kerja. “Hal ini penting dilakukan demi kualitas hubungan bersama, sebelum Anda berdua sibuk dengan pekerjaan masing-masing,” saran Wilke.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Evaluasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Coba tanyakan kepada diri Anda, dari skala 1–10, seberapa berartikah pekerjaan tersebut untuk Anda dalam 10 tahun ke depan? Selanjutnya, tanyakan hal yang sama terhadap hubungan cinta Anda yang sekarang. Jujurlah kepada diri sendiri saat menjawab pertanyaan tersebut. Bisa jadi Anda akan terkejut dengan jawaban Anda sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kencan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jadwalkan satu kali dalam seminggu untuk Anda dan pasangan berkencan. Tidak perlu kencan yang berlebihan, yang penting menikmati sesuatu yang Anda sukai bersama. Jika Anda bisa menetapkan satu tanggal tiap minggunya, itu lebih baik lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Zona bebas dari pekerjaan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika Anda memang harus bekerja saat sudah berada di rumah, tentukan jadwalnya secara spesifik. Di luar jadwal tersebut, Anda dan pasangan tidak boleh bekerja dan membicarakan pekerjaan. Jadi, mari coba langkah tersebut dan lihat hasilnya bagi karier dan hubungan cinta Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/antara-karir-dan-pasangan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Aman Memakai Kondom</title>
		<link>http://goodinfo.tk/tips-aman-memakai-kondom/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/tips-aman-memakai-kondom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 05:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Saya mempunyai sahabat dekat seorang dokter kandungan di sebuah rumah sakit swasta, dia pernah berkata bahwa alat kontrasepsi terbaik adalah kondom. Alasannya banyak namun tidak dapat saya tuliskan sekarang, mungkin lain kali. Tak sedikit pasangan yang melakukan hubungan seks dengan menggunakan &#8216;pengaman&#8217; satu ini, tapi tetap mengalami &#8216;kecelakaan&#8217; alias kondom bocor. Hal ini perlu Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="kondom" src="http://d.yimg.com/hb/xp/viva/20100305/01/3995057159-tips-aman-memakai-kondom.jpg" alt="" width="197" height="138" />Saya mempunyai sahabat dekat seorang dokter kandungan di sebuah rumah sakit swasta, dia pernah berkata bahwa alat kontrasepsi terbaik adalah kondom. Alasannya banyak namun tidak dapat saya tuliskan sekarang, mungkin lain kali. Tak sedikit pasangan yang melakukan hubungan seks dengan menggunakan &#8216;pengaman&#8217; satu ini, tapi tetap mengalami &#8216;kecelakaan&#8217; alias kondom bocor. Hal ini perlu Anda waspadai, terutama bagi yang belum menginginkan kehadiran buah hati. Untuk itu Anda perlu tahu, cara menggunakan kondom sebagai alat KB dan pengaman yang aman :<span id="more-15"></span></p>
<p><strong>Perhatikan ukuran</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jangan remehkan keluhan yang dialami pasangan saat menggunakan kondom. Jika pasangan Anda merasakan kondom semakin ketat, hentikan kegiatan bercinta. Jika terjadi peregangan pada permukaan kondom, berhati-hatilah, bisa jadi itu merupakan tanda-tanda akan terjadi kebocoran.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang perlu diperhatikan, ketika memasang kondom, pastikan Mr. P dalam keadaan kering. Ini bisa menghindari agar kondom bisa terpasang dengan rapi tanpa harus tergelincir dan lepas.</p>
<p><strong>Berikan pelumas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Asalkan bukan oli motor jangan malu-malu untuk menambahkan sedikit gel atau cairan lubrikasi bila kondom yang dikenakan terasa kering. Paul Joannides, penulis &#8216;Guide To Getting It On&#8217;, menyarankan melakukan rehidrasi jika permukaan kondom terasa kering. &#8220;Cukup tambahkan sedikit pelumas buatan atau air liur, sebagai pelumas. Namun, jangan terlalu banyak. Sebaiknya hanya di bagian ujungnya saja,&#8221; katanya menyarankan.</p>
<p><strong>Jangan pernah menyimpan kondom dalam saku celana</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Usai mendapatkannya dari toko, usahakan di simpan dalam tempat yang longgar seperti di dalam tas agar kondisinya tetap bagus. Jangan malah ditaruh di dalam dompet.</p>
<p><strong>Gunakan kondom berkualitas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah penelitian baru-baru ini menguji 15.000 kondom. Hasilnya, tujuh produk mendapat nilai sempurna, dan memiliki kualitas baik. Tak hanya lebih kuat, tetapi juga bisa diandalkan. Ada baiknya Anda memilih merek yang telah teruji dan berkualitas.</p>
<p><strong>Hati-hati, kondom palsu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Banyak kondom palsu yang berasal dari Cina. Mereka banyak memproduksi kondom tiruan yang hampir sama dengan kondom merek terkemuka. Tapi tidak perlu khawatir, agar terhindar dari kondom palsu cek kemasan saat membeli, atau jika terdapat aroma yang aneh, sebaiknya tidak dipakai. Usahakan membeli kondom hanya di apotik jangan di pedagang kaki lima.</p>
<p><strong>Perhatikan kemasan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika kondisi kemasan dalam keadaan sobek, lebih baik jangan digunakan. Menggunakan produk yang memiliki kemasan dalam keadaan rusak, pada dasarnya tidak aman untuk digunakan. Ini penting untuk mencegah penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan. Siapa tahu itu kondom bekas&#8230; hayoo&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/tips-aman-memakai-kondom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Pria Dikenal Sebagai Pendengar Yang Buruk</title>
		<link>http://goodinfo.tk/kenapa-pria-dikenal-sebagai-pendengar-yang-buruk/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/kenapa-pria-dikenal-sebagai-pendengar-yang-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 11:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pria memang dikenal sebagai pendengar yang buruk. Berbeda dari wanita, yang biasa menjadi ‘wadah’ curhat selama berjam-jam. Mengapa begitu? Menurut buku &#8221;Why Men Can Only Do One Thing At One Time and Women Can’t Stop Talking&#8221; karya Allan &#38; Barbara Pease, kaum ‘Mars’ umumnya justru menjadi serba salah jika harus memberi tanggapan saat seseorang menumpahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pria memang dikenal sebagai pendengar yang buruk. Berbeda dari wanita, yang biasa menjadi ‘wadah’ curhat selama berjam-jam. Mengapa begitu? <span id="more-7"></span>Menurut buku &#8221;Why Men Can Only Do One Thing At One Time and Women Can’t Stop Talking&#8221; karya Allan &amp; Barbara Pease, kaum ‘Mars’ umumnya justru menjadi serba salah jika harus memberi tanggapan saat seseorang menumpahkan keluh kesahnya.Selain itu, alasan banyak orang ‘betah’ curhat pada wanita, karena mereka bisa menunjukkan enam jenis ekspresi wajah kala menanggapi emosi si pembicara. Sedangkan pada pria, wajah mereka malah menampakkan wajah tangguh, dan ekspresi ‘kosong’ dan ndomblong.Jadi, jangan heran, ketika Anda bercerita tentang sesuatu yang bernuansa sedih, senang atau marah, tapi si dia justru menunjukkan ekspresi tanpa emosi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/kenapa-pria-dikenal-sebagai-pendengar-yang-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

