<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Good Info &#187; Child</title>
	<atom:link href="http://goodinfo.tk/tag/child/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://goodinfo.tk</link>
	<description>News Yang Beneran New</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Nov 2011 05:54:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Berbelanja Perlengkapan Bayi</title>
		<link>http://goodinfo.tk/berbelanja-perlengkapan-bayi/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/berbelanja-perlengkapan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 15:07:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Kehadiran si buah hati merupakan saat yang selalu ditunggu oleh hampir semua keluargayang baru saja menikah. Bahkan keluarga besarpun turut berbahagia dengan kehadirannya. Banyak sekali persiapan yang harus dilakukan bahkan sebelum si kecil hadir di tengah-tengah keluarga. Perlengkapan bayi mulai dari perlengkapan sesaat sesudah lahir hingga tempat tidur, mainan, perlengkapan mandi dan sebagainya. Tentu saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="baby shop" src="http://www.cpsc.gov/cpscpub/prerel/prhtml09/09176.jpg" alt="" width="233" height="136" />Kehadiran si buah hati merupakan saat yang selalu ditunggu oleh hampir semua keluargayang baru saja menikah. Bahkan keluarga besarpun turut berbahagia dengan kehadirannya. Banyak sekali persiapan yang harus dilakukan bahkan sebelum si kecil hadir di tengah-tengah keluarga. <a href="http://www.adikbayi.com">Perlengkapan bayi</a> mulai dari perlengkapan sesaat sesudah lahir hingga tempat tidur, mainan, perlengkapan mandi dan sebagainya. Tentu saja berbagai perlengkapan bayi tersebut sangatlah berbeda dengan yang digunakan oleh orang yang sudah dewasa.  Perlengkapan bayi dibuat dengan berbagai bahayang dikhususkan untuk kulit bayi yang masih sangat sensitif sehingga meminimalkan terjadinya iritasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu dalam memilih perlengkapan bayi kita tidak bisa sembarangan, tidak semua toko perlengkapan bayi tahu secara keseluruhan tentang produk yang dijualnya. Oleh karena itu kita harus jeli dalam memilih toko perlengkapan bayi yang dapat kita percaya. Toko yang menyediakan perlengkapan bayi sangat mudah kita temui bahkan kita dapat berbelanja secara online seperti di toko www.adikbayi.com. Disini kita dapat memilih <a href="http://www.adikbayi.com">perlengkapan bayi</a> yang sangat sesuai dengan buah hati kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/berbelanja-perlengkapan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Kehangatan Keluarga</title>
		<link>http://goodinfo.tk/membangun-kehangatan-keluarga/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/membangun-kehangatan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Feb 2011 15:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kebanyakan orangtua merasa malu untuk memperlihatkan kemesraan di depan putra putrinya. Padahal dengan cara yang tepat dan tak berlebihan, kemesraan orangtua justru akan membuat buah hati merasa berada di dalam keluarga yang hangat. Ada banyak alasan mengapa perlunya memperlihatkan kemesraan antara suami dan istri akan sangat memiliki banyak manfaat. Perlu diketahui bahwa rumah merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="family" src="http://i759.photobucket.com/albums/xx236/rwarih/Website/3884677090-perlihatkan-kemesraan-di-depan-buah-hatijpgx213y159sigudtEIwDnPESWl8.jpg" alt="" width="212" height="159" />Seringkali kebanyakan orangtua merasa malu untuk memperlihatkan kemesraan di depan putra putrinya. Padahal dengan cara yang tepat dan tak berlebihan, kemesraan orangtua justru akan membuat buah hati merasa berada di dalam keluarga yang hangat.  Ada banyak alasan mengapa perlunya memperlihatkan kemesraan antara suami dan istri akan sangat memiliki banyak manfaat. Perlu diketahui bahwa rumah merupakan tempat terbaik untuk anak-anak belajar apa itu cinta dan bagaimana hubungan antar pribadi yang positif.  Kemesraan yang dimaksud tentu bukan sesuatu yang mengundang birahi. Namun, lebih mengajarkan kehangatan dan saling menghormati sebagai suami dan istri.  <span id="more-314"></span>Menurut Amy McCready, pendiri Positive Parenting Solutions hal itu akan menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak saat mereka dewasa dan mulai menjalin hubungan serius. Anda dapat mencoba tiga cara memperlihatkan kemesraan yang dianjurkan Amy, seperti dilansir dari MSNBC.</p>
<p style="text-align: justify;">1. <strong>Berpegangan tangan</strong>.  Biarkan anak-anak melihat hal ini sebagai tanda kasih sayang yang sederhana. Bisa dilakukan saat berjalan di suatu tempat atau ketika menonton televisi di rumah. Ketika anak-anak melihat bahwa ayah dan ibunya peduli satu sama lain, akan menenteramkan perasaan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">2. <strong>Peluk dan cium dengan spontan</strong>.  Berikan kejutan pada pasangan berupa cium pipi dan pelukan hangat yang spontan. Pastikan tidak terlalu intim. Cara ini membuat anak-anak melihat kehangatan keluarganya dan mengajarkan mereka untuk tidak segan mengungkapkan kasih sayang.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Katakan &#8220;<strong>I Love yo</strong>u&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/membangun-kehangatan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supaya Anak Tidak Takut Dokter</title>
		<link>http://goodinfo.tk/supaya-anak-tidak-takut-dokter/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/supaya-anak-tidak-takut-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 06:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Dalam tumbuh kembang anak pasti ada saat dimana anak mengalami penurunan kesehatan atau sakit. Ini merupakan saat dimana perhatian orang tua diperlukan oleh anak.  Di saat inilah sebagian besar orang tua meresponnya dengan membawa buah hatinya ke dokter. Namun seringkali seorang anak  tidak semudah seperti orang dewasa apabila di ajak ke dokter untuk berobat atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="dokter" src="http://i759.photobucket.com/albums/xx236/rwarih/Website/doctor.jpg" alt="" width="157" height="157" />Dalam tumbuh kembang anak pasti ada saat dimana anak mengalami penurunan kesehatan atau sakit. Ini merupakan saat dimana perhatian orang tua diperlukan oleh anak.  Di saat inilah sebagian besar orang tua  meresponnya dengan membawa buah hatinya ke dokter.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun seringkali seorang anak  tidak semudah seperti orang dewasa apabila di  ajak ke dokter untuk berobat atau sekedar memeriksaakan kondisi  kesehatannya. Hal ini dikarenakan si buah hati merasa takut berobat atau  bertemu dengan dokter.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Mengapa Hal ini terjadi?<span id="more-310"></span></strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya ini sangat wajar karena rasa takut ini merupaka respon alamiah  terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya buat dirinya. Pada kasus  ketakutan pada anak biasanya pada hal-hal tertentu, misalnya takut  diajak<a title="tanya dokter" href="http://konsultasikesehatan.net/" target="_blank"> </a>berobat ke dokter.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari mana si buah hati  tersebut  mengenal rasa takut? Tentunya dari  sumber media  yang ditangkap panca indranya . Misalnya dari tayangan   televisi,  mendengar dari radio, melihat anak lain yang takut dan juga  ‘ancaman ‘ yang dibuat oleh orang tuanya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Maksud dari orang tua memberikan pelajaran sehingga mengikuti kemauan  mereka dengan jalan pintas. Misalnya, pada saat menangis si buah hati   ditakuti  dengan,<em>” awas nanti kalau terus menangis akan disuntik Dokter!</em>” Atau, “<em>Kalau tidak makan nanti dipasang infus oleh suster lho!</em>”  Dan sebagainya. Pada saat tersebut mungkin si buah hati akan menuruti  kemauan orang tuanya, tetapi sisi lain alam  bawah sadarnya sudah  terbentuk rasa ketakutan sesuai dengan apa yang diancamkan kepadanya.  Akibatnya, pada saat kejadian sesungguhnya, si buah hati menjadi  benar-benar takut terhadap dokter dan hal yang berhubungan dengannya. Si  buah hati mengalami trauma dengan apa yang di alaminya.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Bagaiman cara mengatasinya?</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Pendekatan kejiwaan anak merupakan salah satu solusi mengatasinya. Si  buah hati yang terlanjur sudah trauma membutuhkan kondisi kejiwaan yang  stabil. Berikut ini tips yang bias dilakukan:<strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ajak si buah hati berkomunikasi dan bermain peran. </strong>Si  buah hati bisa diajak bermain dokter-dokteran , di mana ia berperan   menjadi dokter. Di saat si buah hati memerankan dokter tersebut, yang  dianggap sosok menakutkan, ajaklah komunikasi dan yakinkan bahwa si buah  hati yang menjadi ‘dokter’ bukan tokoh yang menakutkan</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Belikan mainan yang berhubungan dengan peran dokter.</strong>Seperti stetoskop, baju dokter, dan lain- lain. Dengan menggabungkan  langkah no 1, tentunya si buah hati akan  lebih ‘familiar’ dengan dunia  kesehatan. Pada akhirnya si buah hati menjadi tidak takut pada dokter.</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Belikan buku seri anak  bercerita / mendongeng</strong> yang di dalamnya ada cerita tentang tokoh yang berani berobat ke dokter atau diperiksa oleh dokter.</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Buat si buah hati merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke dokter</strong>. Misalnya ia diperkenankan membawa mainan kesukannya, memakai baju  kesukaannya, atau sehabis berobat diajak ke tempat bermain/ makan   kesukaannya.</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak salah juga apabila si buah hati diajak menemani kakak/saudara lainnya berobat</strong> sehingga ia biasa melihat dan mendapatkan informsi  bagaimana menjaga  kesehatan. Misalnya saat pergi ke dokter gigi, maka si buah hati  mendapat pelajaran bagaimana cara menjaga giginya  dan menjauhi permen  atau menghindari makanan dan minuman yang akan membuatnya sakit.</p>
<ul style="text-align: justify;"></ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/supaya-anak-tidak-takut-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gangguan Yang Meningkatkan Daya Ingat</title>
		<link>http://goodinfo.tk/gangguan-yang-meningkatkan-daya-ingat/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/gangguan-yang-meningkatkan-daya-ingat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 06:06:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Stress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Saat sedang menonton televisi munculnya white noise atau bintik-bintik pecahan cahaya putih dan suara bising di layar kaca tentu sangat mengganggu kenyamanan. Namun, sebuah studi mengungkap, ternyata gangguan itu justru dapat meningkatkan daya ingat anak. Penelitian yang melibatkan 51 anak usia sekolah. Seluruh anak ditantang untuk mengingat sebanyak mungkin objek yang diberikan. Anak yang menstimulasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="brain" src="http://www.brainsource.com/_derived/brain%20injury.htm_txt_brainm.gif" alt="" width="132" height="111" />Saat sedang menonton  televisi munculnya white noise atau bintik-bintik pecahan cahaya putih dan  suara bising di layar kaca tentu sangat mengganggu kenyamanan. Namun, sebuah studi mengungkap, ternyata gangguan itu justru dapat  meningkatkan daya ingat anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian yang melibatkan 51 anak usia sekolah. Seluruh anak ditantang  untuk mengingat sebanyak mungkin objek yang diberikan. Anak yang  menstimulasi daya tangkapnya dengan white noise ternyata menghapal lebih  banyak objek dibandingkan yang tidak.<span id="more-302"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian itu menarik kesimpulan bahwa walau berpotensi menghambat  konsentarasi belajar, white noise dapat meningkatkan memori anak yang  susah menangkap pelajaran sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Terdapat peningkatan prestasi yang sangat signifikan dari anak-anak  yang dinilai kurang konsentrasi oleh guru dan terdapat penurunan  prestasi pada mereka yang dinilai sangat memperhatikan penjelasan guru,&#8221;  ujar Goran Soderlund dari Univeritas Stockholm.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian tersebut sangat diharapkan dapat membantu sejumlah  sekolah untuk meningkatkan nilai rata-rata anak didiknya, terutama yang  memiliki masalah dengan daya tangkap.</p>
<p style="text-align: justify;">Peneliti menyebut percobaannya sebagai &#8216;stochastic resonance&#8217;, yang  bekerja ketika white noise ditambahkan ke sinyal lemah pada ambang batas  pendengaran. &#8220;Penelitian kami ditujukan untuk mengetahui hubungan  antara kebisingan dan stochastic resonance dengan daya tangkap anak,&#8221;  ujar Soderlund.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/gangguan-yang-meningkatkan-daya-ingat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Supaya Anak Menghargai Sesama</title>
		<link>http://goodinfo.tk/5-tips-supaya-anak-menghargai-sesama/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/5-tips-supaya-anak-menghargai-sesama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Jan 2011 10:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orangtua yang mengeluhkan keadaan anaknya yang seringkali rasis atau suka memilih-milih teman di dalam pergaulan. Awalnya mungkin  hal tersebut sepertinya sepele, tetapi jika hal tersebut dibiarkan, biasanya pasti akan memberikan efek yang negatif bagi perkembangan anak itu sendiri. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak Anda menjadi pribadi yang mau untuk menghargai sesamanya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="kids" src="http://www.hambleton.info/Kids.jpg" alt="" width="185" height="148" />Banyak orangtua yang mengeluhkan keadaan anaknya yang seringkali rasis atau suka memilih-milih teman di dalam pergaulan. Awalnya mungkin  hal tersebut sepertinya sepele, tetapi jika hal tersebut dibiarkan, biasanya pasti akan memberikan efek yang negatif bagi perkembangan anak itu sendiri. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak Anda menjadi pribadi yang mau untuk menghargai sesamanya.<span id="more-289"></span></p>
<ol>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ajarkan Anak Anda untuk tahu bahwa semua orang diciptakan Tuhan untuk saling menghargai satu sama lain</strong>. Menghargai satu sama lain memang terdengar seperti hal yang sulit untuk dilaksanakan dalam mendidik anak Anda. Mungkin Anda berpikir bahwa penyebab utamanya adalah kepribadian anak Anda sendiri, tetapi terkadang secara tidak langsung, Anda memberikan pengaruh yang negatif kepada pemikirannya, seperti misalnya jika Anda bersikap rasis terhadap orang lain, anak Anda akan mengikuti pola yang Anda pikirkan karena Anda adalah panutan bagi anak Anda untuk berperilaku sehari-hari. Misalnya saja Anda suka berbicara “Dasar orang….,memang orang suku itu tidak ada yang benar, masa kelakuannya begini, begitu, dan lain-lain”. Nah, jika Anda membicarakan hal tersebut di depan anak Anda, maka anak Anda akan hidup dengan pemikiran seperti itu. Contohnya saja jika Anda banyak membicarakan hal yang bersifat rasis kepada orang lain, maka jika anak Anda mendengar itu terus-menerus, maka ia juga akan berkembang menjadi pribadi yang rasis terhadap orang lain. Karena itu, ajarkanlah anak Anda agar ia mau untuk menjadi pribadi yang tahu untuk menghargai satu sama lain. Terlebih dari semua itu, tegaskan dan tanamkan kepada anak Anda bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan untuk saling menghargai satu sama lainnya. Jadi, ajarkan anak Anda untuk tahu menghargai sesama manusia karena itu adalah bekal dari kepribadiannya nanti. Jika Anda tidak pernah mengajarinya dari kecil, anak Anda bisa tumbuh menjadi pribadi yang egois, tidak menghargai sesamanya, dan tidak perduli dengan orang lain.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Berikan pengertian kepada anak Anda bahwa hidup itu bukan hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga orang lain. </strong>Hidup memang tidak boleh egois. Dalam masyarakat, kita harus membiasakan diri untuk hidup saling berbagi satu dengan lainnya. Kita tidak akan pernah untuk bisa hidup sendiri-sendiri atau mencukupi segala kebutuhan kita tanpa orang lain. Karena itulah sangat dibutuhkan pengertian kepada anak Anda supaya ia jangan menjadi pribadi yang egois di tengah masyarakat. Pengajaran atau pengertian yang diberikan kepada anak Anda sederhana saja, yaitu ajarkan ia untuk tahu untuk membagi kepada yang lainnya jika ia mempunyai kelebihan dari makanan kecil atau apapun yang bisa dibagikan kepada orang lain. Selain itu, Anda juga bisa mengajarinya dengan cara yang tegas, sehingga ia mengerti dengan jelas batasan-batasan mengenai hal yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan di dalam menjalani hidup.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ajarkan anak Anda untuk bersikap sopan santun kepada orang lain. </strong>Kesopanan merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Ketika seseorang mengajarkan anak-anaknya untuk tahu tata krama dan sopan santun, maka anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang sopan dan tidak membeda-bedakan antara satu orang dengan yang lainnya. Biasakan untuk anak Anda mengucapkan “Selamat pagi Pa, Ma” atau biasakan dirinya untuk bersikap hormat kepada semua pihak yang lebih tua, agar ia terbiasa untuk bersikap sopan santun kepada yang lainnya. Anak yang kurang dididik dan tidak tahu sopan santun biasanya sering bersikap angkuh, jutek, tidak memandang bersahabat dengan orang lain, dan bahkan kemungkinan terburuknya adalah anak tersebut bisa bersikap munafik. Biasanya anak yang bersifat munafik adalah anak yang hanya bersikap baik terhadap orang yang disegani atau yang dianggap baik dan mendatangkan keuntungan bagi dirinya.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Ajarkan anak Anda untuk tahu bahwa hidup itu harus tahu untuk berterima kasih dan meminta maaf. </strong>Berterima kasih dan meminta maaf merupakan hal yang dasar yang harus dimiliki.Ajarkan anak Anda untuk tahu untuk mengucapkan terima kasih ketika ia menerima segala sesuatu dari orang lain dan ajarkan ia untuk meminta maaf ketika ia melakukan kesalahan. Jangan sekali-sekali untuk memaklumi perbuatannya yang salah dan menganggap “yah, begitulah memang anak-anak”. Tetapi, tegaskanlah kepada anak Anda jika ia melakukan kesalahan ia harus segera mengucapkan pernyataan maaf dan berjanji untuk menjadi anak baik dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.</li>
<li style="text-align: justify;"><strong>Tegaskan kepada anak Anda agar hidup apa adanya dan tidak pura-pura.</strong> Sifat munafik dan berpura-pura seringkali timbul karena anak tersebut memiliki sifat yang suka membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Biasanya, anak yang bersikap munafik dan pura-pura sering bersikap baik dan ramah di depan orang yang ia segani atau yang bersangkutan dengan kepentingan pribadinya saja, tetapi dibelakang itu ia seringkali bersikap tidak baik kepada orang lain yang tidak disegani atau dianggap tidak memberikan keuntungan bagi dirinya. Kepribadian seperti itu, jika dibiarkan akan berkembang terus-menerus dan membuatnya menjadi anak yang bersikap sombong, suka membeda-bedakan teman dan bersikap tidak terpuji kepada orang lain.<br />
Karena itu, ajarkan anak Anda untuk bersikap apa adanya dan tidak munafik. Ajarkan ia untuk tidak bersikap baik hanya di depan orang yang ia hormati atau yang menyangkut kepentingan pribadinya saja, tetapi ia harus juga bersikap baik dan terpuji di hadapan semua orang tanpa membeda-bedakan siapapun orang tersebut. Biasakan juga agar ia tidak mempunyai “daftar orang terfavorit” yang dapat membuatnya membeda-bedakan orang berdasarkan kepentingan dirinya, tetapi tegaskan kepadanya agar ia bersikap hormat dan sopan santun kepada semua orang yang ada di sekitarnya.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/5-tips-supaya-anak-menghargai-sesama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>12 Cara Menangani Emosi Anak</title>
		<link>http://goodinfo.tk/12-cara-menangani-emosi-anak/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/12-cara-menangani-emosi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 16:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Mendidik anak merupakan pengalaman yang tak terlupakan bahkan akan terus berlanjut. Perlu ketelitian dan ketekunan untuk menghadapi emosi anak yang terkadang membuat orang tua kewalahan. Karena tingkat emosi anak mudah berubah dan sulit ditebak, salah-salah malah bisa melukai persaannya. Berikut beberapa tips-tips dan cara untuk menangani emosi anak :  1. Cara penanganan anak yang nyaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="anak" src="http://rdsfmsolo.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/hikmah-kekerasan.jpg" alt="" width="260" height="162" />Mendidik anak merupakan pengalaman yang tak terlupakan bahkan akan terus berlanjut. Perlu ketelitian dan ketekunan untuk menghadapi emosi anak yang terkadang membuat orang tua kewalahan. Karena tingkat emosi anak mudah berubah dan sulit ditebak, salah-salah malah bisa melukai persaannya. Berikut beberapa tips-tips dan cara untuk menangani emosi anak : <span id="more-283"></span></p>
<p style="text-align: justify;">1. Cara penanganan anak yang nyaman kepada anak adalah mengkombinasikan ketegasan dan kelembutan kepada anak.</p>
<p style="text-align: justify;">a. Tanyakan langsung apa yang harus dilakukan ketika terjadi masalah.<br />
b. Setelah anak melakukan konsekuensi dari perilakunya dan sudah tenang, persilakan anak untuk mengambil kesimpulan.<br />
c. Berikan ciuman dan pelukan sebagai tanda bahwa masalah sudah selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Sikap malu-malu pada anak terbentuk oleh situasi campuran antara ketidaksengajaan (accident) dan pengkondisian (conditioning).</p>
<p style="text-align: justify;">3. Sebaiknya kita tidak mengajarkan anak untuk melakukan sesuatu karena ingin menyenangkan orang lain. Latih anak untuk melakukan sesuatu karena memang ia senang melakukannya bukan karena ingin menyenangkan orang lain. Motivasi yang dibangun adalalah motivasi dari dalam diri (internal) bukan eksternal (karena orang lain atau ada orang lain).</p>
<p style="text-align: justify;">4. Dengarkan anak jika sedang bercerita tanpa memotong pembicaraan, bila sudah berhenti, gali lebih dalam ceritanya.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Saat anak sedang mengalami emosi negatif yang bekerja adalah otak reptilnya.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Anak perlu dilatih untuk lebih sibuk memperhatikan kemampuannya bukan pada status atau hal lain sehingga ia tidak terbelenggu dengan hal yang sifatnya fisik atau status. Manusia dinilai berdasarkan keimanannya dan apa yang dilakukannya bukan karena yang lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Mengobrol saat makan merupakan sarana efektif sebagai ajang komunikasi, serta alat pemecah belenggu yang cukup efisien.</p>
<p style="text-align: justify;">8. Dengan olahraga anak akan bergerak, dengan bergerak anak akan aktif berpikir, dengan aktif berpikir pasti tidak ada lagi anak yang pendiam, maka di seluruh aktivitas otaknya akan selalu bekerja dan hidupnya akan lebih bersemangat.</p>
<p style="text-align: justify;">9. Mendongeng dijadikan pelajaran untuk anak berekspresi, memahami karakter, serta mampu memaknai sebuah cerita. Ke depannya anak akan mampu menentukan jalan hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">10. Dengan bermain, anak mempelajari lingkungannya, mendapatkan kesenangan dan penyaluran energi yang berlebih.</p>
<p style="text-align: justify;">11. Anak yang marah sedang berpikir dengan menggunakan otak reptil (yang hanya dapat berpikir dua hal saja,lari/kabur atau melawan). Sedangkan orang tua yang marah-marah pada anaknya juga sedang menggunakan otak reptil. Masalah tidak akan selesai kecuali salah satu yang lebih dewasa menggunakan otak besar (otak yang digunakan untuk berpikir kreatif, kritis, lateral atau menggunakan lebih dari satu sudut pandang).</p>
<p style="text-align: justify;">12. Kecupan dan pelukan adalah perlakuan sederhana kepada anak sebagai rasa cinta dan kasih sayang, juga hadiah termurah yang diberikan tapi sangat tinggi nilainya di mata mereka. Begitulah, karena tak sedikit orang dewasa enggan melakukannya lantaran segan dan malu dilihat orang lain alias gengsi gede-gedean.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/12-cara-menangani-emosi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Mainan Untuk Anak</title>
		<link>http://goodinfo.tk/memilih-mainan-untuk-anak/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/memilih-mainan-untuk-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 07:19:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Memilih mainan untuk anak sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhannya kelak. Penelitian terbaru menunjukkan ketertarikan anak terhadap sesuatu sudah muncul berdasarkan gender saat dia masih bayi. Pada saat di suguhkan tujuh jenis mainan yang berbeda misalnya, bayi laki-laki berusia 9 bulan cenderung memilih mainan mobil-mobilan, sekop, dan bola. Dia mengabaikan boneka beruang dan seperangkat alat masak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><img class="alignleft" title="toys" src="http://www.cpsc.gov/cpscpub/prerel/prhtml09/09176.jpg" alt="" width="253" height="148" />Memilih </strong> mainan untuk anak sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhannya kelak. Penelitian terbaru menunjukkan ketertarikan anak terhadap sesuatu sudah muncul berdasarkan gender saat dia masih bayi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat di suguhkan tujuh jenis mainan yang berbeda misalnya, bayi laki-laki berusia 9 bulan cenderung memilih mainan mobil-mobilan, sekop, dan bola. Dia mengabaikan boneka beruang dan seperangkat alat masak. Sedangkan dengan bayi perempuan pada usia yang sama, mereka sangat tertarik dengan boneka, miniatur panci, sendok, serta sayuran dari plastik.<span id="more-87"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Bayi laki-laki lebih memilih mainan yang bergerak atau berputar. Sedangkan bayi perempuan lebih suka dengan mengasuh atau berhubungan dengan raut wajah,” kata peneliti utama, Sara Amalie Thommessen dari City University, London, Inggris. Jadi, apakah ini berarti anak laki-laki dan perempuan memiliki ketertarikan yang berbeda? Atau apakah sosialisasi yaitu pengaruh orangtua dan budaya lingkungannya yang lebih besar akan berdampak bagi pilihan mainan anak-anak saat awal kehidupannya?</p>
<p style="text-align: justify;">“Terlalu cepat untuk menyimpulkan soal itu,” ujar Walter Gilliam, Direktur Edward Zigler Center in Child development and Social Policy di Yale University, Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align: justify;">“Satu hal yang kami pelajari tentang bayi selama bertahun-tahun, mereka seperti spons yang menakjubkan, telah belajar banyak dalam waktu sembilan bulan saja,” lanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelitian tersebut telah dipresentasikan di konferensi tahunan British Psychological Society’s di Stratford-upon-Avon, Warwickshire, Inggris. Thommessen mengatakan, pada 1970-an dan 1980-an, ada banyak kepentingan dalam debat soal “nature” (genetik) dan “nurture” (pola asuh) dalam mendidik anak. Namun, hanya sedikit pakar perkembangan anak yang meneliti tentang perbedaan ketertarikan gender terhadap mainan. Selain itu, saat ini para ayah tak sungkan lagi untuk mengasuh anak dan ibu memiliki lebih banyak jenis dan posisi pekerjaan di luar rumah, meskipun dewasa ini pemasaran dan iklan mainan anak-anak masih tetap stereotip.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, penelitian tersebut melibatkan 83 anak-anak berusia 9 bulan hingga 3 tahun yang diamati bermain selama tiga menit. Berapa lama anak menghabiskan waktu mereka bermain di setiap mainan semuanya dicatat. Peneliti memilih jenis mainan dengan menyurvei 300 orang dewasa tentang apa mainan pertama yang terlintas di pikiran saat menyebut anak laki-laki dan anak perempuan. Sekitar 90 persen menyebut “mobil-mobilan” untuk anak laki-laki dan “boneka” untuk anak perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak-anak partisipan juga ditawari boneka beruang berwarna pink dan biru. “Kami sangat tertarik untuk mengetahui apakah anak laki-laki memiliki preferensi terhadap warna, tetapi yang terjadi mereka tidak menunjukkan minat sama terhadap boneka <em>teddy bear,” </em>kata Thommessen.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketertarikan gender bahkan menjadi lebih jelas ketika anak beranjak lebih tua. Sekitar umur 27 bulan sampai 36 bulan, sekitar 50 persen anak perempuan bermain boneka. Sementara, anak laki-laki hampir 87 persen waktunya bermain dengan mobil-mobilan dan sekop serta bermain bola.</p>
<p style="text-align: justify;">Penemuan ini menguatkan kemungkinan adanya faktor biologis pada jenis mainan yang dipilih anak. Sebuah studi pada 2001 menyatakan, bahkan bayi laki-laki yang berusia satu hari pun menatap lebih lama pada sesuatu yang bergerak dan bersifat mekanikal. Saat bayi berusia lebih besar, penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih aktif mengeksplorasi lingkungan mereka. Sementara anak perempuan cenderung bermain dengan permainan yang lebih tenang.</p>
<p>“Bahkan jika anak laki-laki lebih suka bermain dengan truk, pastikan orang tua juga berbicara dengannya dan mengajarinya,” tandas Gilliam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/memilih-mainan-untuk-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendidik Anak Tanpa Kekerasan</title>
		<link>http://goodinfo.tk/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 07:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali orangtua berkata “Anak saya ini kalau diomongin susah nurutnya, bagaimana sih caranya agar anak nurut dengan orangtua? Apa musti dipukul dulu baru nurut?”. Mendengar pertanyaan ini, bebrapa orang tua menjawab dengan singkat “Kenapa musti harus dengan kekerasan?”. Dan seringkali terjadi oleh karena itu tulisan di bawah ini bertujuan agar mereka mengerti apa maksudnya Mendidik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="anak" src="http://rdsfmsolo.com/blog/wp-content/uploads/2010/01/hikmah-kekerasan.jpg" alt="" width="278" height="202" /></p>
<p style="text-align: justify;">Seringkali orangtua berkata “Anak saya ini kalau diomongin susah nurutnya, bagaimana sih caranya agar anak nurut dengan orangtua? Apa musti dipukul dulu baru nurut?”. Mendengar pertanyaan ini, bebrapa orang tua menjawab dengan singkat “Kenapa musti harus dengan kekerasan?”. Dan seringkali terjadi oleh karena itu tulisan di bawah ini bertujuan agar mereka mengerti apa maksudnya Mendidik Anak Tanpa Kekerasan. <span id="more-52"></span>Pada suatu hari Dr. Arun Gandhi, cucu Mahatma Gandhi, memberi ceramah di Universitas Puerto Rico. Ia menceritakan suatu kisah dalam hidupnya:  Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal bersama orangtua di sebuah lembaga yang didirikan oleh kakek saya, ditengah kebun tebu, 18 mil di luar kota Durban, Afrika Selatan. Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki tetangga. Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk mengunjungi teman atau menonton bioskop.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu saat, aayah memintaku untuk mengantarkannya ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh. Dan saya merasa sangat gembira dengan kesempatan itu. Tahu bahwa kami akan pergi ke kota, lalu ibu memberikan daftar belanjaan yang kami perlukan. Selain itu, ayah juga memintaku untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum terselesaikan, seperti memperbaiki mobil di bengkel.</p>
<p style="text-align: justify;">Pagi itu setiba di tempat konferensi, ayah berkata ”Ayah tunggu kau di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang ke rumah bersama-sama.” Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan oleh ayah dan ibu. Kemudian, saya ke bioskop. Saking asiknya melihat film sehingga saya lupa akan waktu. Begitu melihat jam menunjuk pukul 17.30, langsung saya berlari menuju bengkel mobil dan buru-buru menjemput ayah yang sudah menunggunku. Saat itu sudah hampir pukul 18.00!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan gelisah ayah menanyainya ”Kenapa kau terlambat?”.Dia sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton film di bioskop sehingga ku jawab, ”Tadi, mobilnya belum siap sehingga saya harus menunggu.” Padahal, ternyata tanpa sepengetahuanku, ayah telah menelepon bengkel mobil itu. Dan ayah tahu kalau aku telah berbohong. Lalu ayah berkata, ”Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan engkau sehingga engkau tidak memiliki keberanian untuk menceritakan kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarkanlah ayah pulang berjalan kaki sepanjang 18 mil dan memikirkannya baik-baik.”</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu dengan tetap mengenakan pakaian dan sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah. Padahal hari sudah gelap dan jalanan sama sekali tidak rata. Saya yang merasa bersalah tidak bisa meninggalkan ayahnya begitu saja, maka selama lima setengah jam, aku mengendarai mobil pelan-pelan di belakang ayahku dan melihat penderitaan yang dialami beliau hanya karena kebohongan bodoh yang ku lakukan. Sejak itu saya tidak pernah berbohong lagi. Seringkali ku berpikir mengenai kejadian ini dan merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya, sebagaimana kita menghukum anak-anak kita, maka apakah saya akan mendapat sebuah pelajaran mengenai mendidik tanpa kekerasan ? Kemungkinan saya akan menderita atas hukuman itu, menyadarinya sedikit dan melakukan hal yang sama lagi. Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa kekerasan yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu baru terasa kemarin. Itulah kekuatan bertindak tanpa kekerasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita berhasil menancapkan suatu pesan yang sangat kuat di bawah sadar seorang anak maka informasi itu akan langsung mempengaruhi perilakunya. Itulah salah satu bentuk hypnosis yang sangat kuat. Apakah hal sebaliknya bisa terjadi? Ya bisa saja! Oleh karena itu kita perlu keyakinan penuh dalam melakukannya sehingga hasil positif yang kita inginkan pasti tercapai. Hal ini memerlukan pemikiran yang mendalam dan kesadaran diri yang kuat dan terlatih. Janganlah bertindak karena reaksi spontan belaka dan kemudian menyesal setelah melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika kita mau berpikir sedikit ke belakang ke masa di mana anak-anak kita masih kecil sekali maka di masa itulah semua ”bibit” perilaku dan sikap ditanamkan. ”Bibit” perilaku dan sikap inilah yang kelak akan mewarnai kehidupan remaja dan dewasanya. Siapakah yang menanamkan ”bibit” perilaku dan sikap itu untuk pertama kalinya? Ya anda pasti sudah tahu jawabnya, kitalah orangtua yang menanamkan segala macam ”bibit” perilaku dan sikap itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana jika sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan pengasuhnya (baby sitter)? Ya berdoalah semoga pengasuh anak anda mempunyai pemikiran bijaksana dan bisa mempengaruhi anak anda secara positif. Berharaplah pengasuh anak (baby sitter) anda mengerti cara kerja pikiran dan mengerti bagaimana bersikap, berucap dan bertindak dengan baik agar anak anda memperoleh ”bibit” sikap dan perilaku yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang bisa menjadi baik atau buruk pasti karena sesuatu ”sebab”. Perilaku, ucapan sikap, dan pikiran yang baik atau buruk hanyalah suatu rentetan ”akibat” dari suatu ”sebab” yang telah ditanamkan terlebih dahulu. Mungkinkah terjadi ”akibat” tanpa ”sebab”? Mungkinkah anak kita berbohong tanpa sebab, mungkinkah anak kita ”nakal” tanpa sebab, mungkinkah anak kita rewel tanpa sebab? Sebagai orangtua kita wajib mencari tahu apa penyebabnya. Tidaklah pantas sebagai orangtua kita langsung bereaksi spontan begitu saja tanpa memikirkan apa yang baru saja kita perbuat. Bukankah ini akan memberi contoh baru bagi anak kita tentang bagaimana bertindak dan bersikap?</p>
<p style="text-align: justify;">Sewaktu kita mempunyai anak maka kita menjadi orangtua, tetapi kita tidak pernah punya pengalaman menjadi orangtua. Kita mempunyai pengalaman menjadi anak. Jadi kita harus mendidik diri kita sendiri dengan belajar dari anak-anak. Bukan belajar dari apa yang dilakukan orangtua pada kita. Ingatlah perasaan sewaktu kita masih menjadi anak-anak. Amati mereka dan tanggapilah dengan penuh perhatian apa yang mereka inginkan. Pengharapan, perlakuan dan pengakuan seperti apa yang kita inginkan dari orangtua yang tidak pernah terpenuhi?</p>
<p style="text-align: justify;">Perlakukan anak-anak seperti kita ingin diperlakukan! Jangan perlakukan anak-anak seperti apa yang dilakukan orangtua pada kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/mendidik-anak-tanpa-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Agar Gigi Anak Cepat Tumbuh</title>
		<link>http://goodinfo.tk/cara-agar-gigi-anak-cepat-tumbuh/</link>
		<comments>http://goodinfo.tk/cara-agar-gigi-anak-cepat-tumbuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 07:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Child]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://goodinfo.tk/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Pembentukan gigi bayi sudah dimulai sejak dalam kandungan, tepatnya sejak janin berusia 4 bulan hingga lahir. Proses pembentukan ini berlangsung di dalam tulang rahang, sehingga sulit dilihat saat pemeriksaan USG. Gigi terbentuk dari sel epitel. Mula-mula yang terbentuk adalah mahkota gigi. Lapisan berwarna putih merupakan lapisan terluar dan terkeras, disebut email. Berikutnya adalah lapisan dentin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" title="gigi" src="http://media.vivanews.com/images/2008/11/21/59300_gigi_anak.jpg" alt="" width="248" height="186" /></p>
<p style="text-align: justify;">Pembentukan gigi bayi sudah dimulai sejak dalam kandungan, tepatnya sejak janin berusia 4 bulan hingga lahir. Proses pembentukan ini berlangsung di dalam tulang rahang, sehingga sulit dilihat saat pemeriksaan USG. Gigi terbentuk dari sel epitel. Mula-mula yang terbentuk adalah mahkota gigi. Lapisan berwarna putih merupakan lapisan terluar dan terkeras, disebut email. Berikutnya adalah lapisan dentin berwarna kekuningan dan kemudian jaringan pulpa yang mengandung syaraf, limfe, dan pembuluh darah. <span id="more-45"></span>Ketika pembentukan mahkota selesai akan dilanjutkan dengan pembentukan akar gigi, dan gigi mulai erupsi setelah pembentukan akar mencapai 2/3 bagian panjang akar. Pada anak usia 1 tahun, umumnya akan dijumpai 6 &#8211; 8 gigi susu yakni gigi seri atas dan bawah. Tapi adapula yang baru mempunyai 2 gigi seri baik di bawah atau di atas.</p>
<p>Gigi juga perlu dirangsang agar cepat tumbuh. Bagaimana caranya?</p>
<p style="text-align: justify;">Latih bayi menggigit biskuit bayi. Bila usianya 9 bulan ke atas, Ibu bisa berikan buah apel atau wortel sebagai camilan. Kepadatan buah itu akan melatih anak untuk menggigit sehingga merangsang erupsi gigi. Tapi, harus tetap diawasi agar si buah hati tidak tersedak saat menggigit-gigit. Bila si buah hati sudah kenyang, berikan mainan yang bisa digigit, aman dan bersih. Dengan menggigit, gigi di dalam akan menekan gusi dan mempercepat proses keluarnya gigi. Mainan ini dapat diberikan saat bayi berusia 4 bulan atau saat dia sudah mulai bisa menggenggam sesuatu. Berikan makanan bernutrisi sesuai aturan. Berikan makanan semi padat dan padat untuk bayi usia 6 hingga 12 bulan. Sedangkan, bayi usia 1 tahun ke atas bisa diberikan makanan padat. Nutrisi yang baik berguna untuk tumbuh kembang dan merangsang pertumbuhan gigi dari dalam.Sering mengajak bicara si kecil juga bisa membantu mempercepat gigi tumbuh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://goodinfo.tk/cara-agar-gigi-anak-cepat-tumbuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

